Tampilkan postingan dengan label hardware. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label hardware. Tampilkan semua postingan

Selasa, 26 Juli 2011

ATI Radeon atau Nvidia GeForce

Bagi yang maniak ngegame, kadang selalu dihadapkan dengan masalah VGA. Ya pasti itu, soalnya saya juga maniak game. Bingung antara Ati Radeon atau Nvidia untuk Graphic cardnya.
Dari kubu penggemar ATI mengatakan bahwa vga keluaran ATI memang lebih bisa diandalakan untuk kualitas gambar yang mantap, tapi dari kubu penggemar Nvidia malah mengatakan sebaliknya, Nah lho semakin bingung kan. Saya ada sedikit gambaran mengenai keduanya.

Untuk ATI punya eyefiniti, HD3D, APP. Sedangkan untuk Nvidia punya stereoscopic (harus SLI), Physx, CUDA, 3D surround. Kemudian untuk Kelemahan ATI yaitu tidak support physx, dan Kelemahan nvidia adalah lbh boros listrik, kalo mau streoscopic harus SLI. Mobo certified SLI lbh mahal dari mobo support CF. nah sekarang saya jelaskan istilah2 grafis yang dimiliki kedua vga tersebut.

Eyefinity adalah adalah teknologi ati radeon yg memungkinkan sebuah VGA dipasangkan 6 monitor karena memiliki 6 port dvi. Contoh vga yg memiliki teknologi itu yaitu HD5870 Eyefinity Edition. Jadi kalo misal main NFS, layarnya lebih lebar karena bisa digabungkan dengan 6 LCD sekaligus, berasa main disirkuit,, wkwkwkwkk....

Physx adalah efek – efek visual yang realistic dalam game yang merujuk pada hukum fisika (masssa, gravitasi, gesekan angin, aliran air, dll). jadi ini sangat berpengaruh dalam kejernihan gambar game yang akan dimainkan
CUDA (Compute Unified Device Architecture) yaitu arsitektur komputer paralel. Teknologi ini memungkinkan GPU, processor yang tertanam dalam VGA untuk membantu CPU dalam kalkulasi pemrosesan data. Hal ini tentu saja mempercepat kinerja komputer secara keseluruhan. CUDA, yang bekerja pada bahasa pemrograman C memang dirancang untuk memaksimalkan kinerja GPU untuk memecahkan kompleksitas yang terdapat pada proses kumputasi. Teknologi ini memaksimalkan proses pengolahan gambar, video, rendering 3D, dan lain sebagainya. Dengan CUDA, encoding sebuah video dapat dijalankan lebih cepat.

Kalo saya sendiri dalam hal memilih vga maka saya memilih Nvidia, tapi ATI juga patut dipertimbangkan. kalo budget pas-pasan ya ane pake ATI, tapi kalo lagi ada lebih ya saya ambil Nvidia, wkwkwkwk. Jadi Kesimpulan dari perbandingan ATI vs Nvidia adalah sama sama kuat dan terus bersaing,, hehe.. :D :D

Kamis, 21 Juli 2011

Agar Baterai Laptop Awet



Bagi yang beru membeli laptop, ataupun yang belum ngedrop baterainya,,saya kasih sedikit saran untuk menghemat baterai laeptop..
1. Saat Pertama Kali Membeli Laptop, Ces Batrei Skitar 8 - 10 jam, karena batrei yg tidak dipakai dalam jangka waktu lama (digudang) Sebaiknya Di cas terlebih dahulu..
2.Setiap Menggunakan Laptop lebih baek jika charging battery (di Cas terus, meski sudah Full tetap dicas terus) Karena batrei tipe-tipe BARU SEKARANG mempunyai CONTROLL BATTERY artinya "jika Full, batrei akan stop charging (stand by) jadi laptop otomatis langsung pakai power listrik, Dan Juga Tidak Membuat Batrei Soak/Kembung".
3.Jangan Melakukan sistem CdC (Charge Discharge) = "Apabila batrei penuh cabut adaptor, Dan setelah habis pasang adaptor" .
4.Batrei jangan di KALIBRASI (pengosong isi batrei sampai habis 0%) karena banyak effeknya ke batrei (Cycle Count)
5.Jangan pernah BATREI DILEPAS, apabila tiba-tiba listrik mati perangkat laptop terjadi konsleting (LCD,mobo,dll) dan mengakibatkan kerusakan pada hardware laptop. Selain Itu batrei juga mengontrol arus listrik yg masuk sebelum ke perangkat yg laen.
6.lima menit Sebelum Memakai laptop charging battery dulu, 5 menit setelah Laptop dimatikan baru cabut adaptor.
7.Saat Menggunakan Batrei (portabel/tanpa di cas), hindari (Maen Game,Putar DVD/CD,Software2 Grafis Tinggi ). Jika Masih Ada Power Listrk mendingan di cas aja.
8.Pastikan Suhu Kamar (ruangan) tidak terlalu Panas, karena
suhu yang tinggi berefek menurunkan performa battery (cycle count berkurang)
Karena, suhu adalah musuh bebuyutan battery

KESIMPULAN :
•Gunakan laptop seperti cara kerja PC, jika g ada listrik matikan saja
•Suatu Saat Kerja Batrei pasti akan menurun, Mending Rusak Batrei Daripada Rusak LAPTOP ato hardware lainnya..
tapi gimana caranya kita mempertahankan kinerja batre dalam beberapa tahun dengan tips diatas

Senin, 18 Juli 2011

Software Untuk Memperbaiki Bad Sector

Apakah temen2 pernah mengalami bad sector hardisk, gejala awal bad sector menurut pengalaman saya sih kinerja komputer jadi agak lambat, trus proses copying menjadi lama, nah untuk itu ini saya coba sedikit share Software Untuk Memperbaiki Bad Sector,, namanya HDD generator

Fitur Program :
Kemampuan untuk mendeteksi bad sector pada permukaan hard disk drive.
Kemampuan untuk memperbaiki bad sector (kesalahan magnetik) pada permukaan hard disk.

Software ini mengabaikan file2 di system, soalnya hanya scan disk pada tingkat fisik. Hal ini dapat digunakan dengan FAT, NTFS atau sistem file lain, dan unformat, unpartitioned.
Bisa dijalankan di win xp, vista, atau 7, dan juga Bisa dibuat Bootable CD yang dimulai melalui DOS secara otomatis.

Manfaat utama

Bad sector adalah bagian dari permukaan disk yang tidak terbaca. hal ini sangat merugikan bagi orang2 yang menyimpan semua informasinya di hardisk yg terkena bad sector tersebut. HDD Regenerator dapat memperbaiki hard disk yang rusak tanpa mempengaruhi atau mengubah data yang ada. Jadi, informasi yang sebelumnya tidak terbaca dan tidak dapat diakses dapat dipulihkan kembali.

Catatan:
Karena program ini tidak mengubah struktur logis dari sebuah hard drive, sistem file mungkin masih menunjukkan beberapa sektor yang ditandai sebelumnya sebagai "bad", dan utilitas disk lain seperti Scandisk akan mendeteksi bad sector meskipun disk telah berhasil diregenerasi dan tidak lagi rusak oleh bad sector fisik. Jika Anda ingin menghapus tanda ini, partisi ulang hard disk drive.
HDD regenerator full
link 1
link 2
link 3

Jumat, 15 Juli 2011

Mengatasi BSOD


Melanjutkan dari post sebelumnya tentang macam-macam BSOD, berikut ini saya kasih contoh solusinya menggunakan software dari nirsoft.net, silahkan download dulu di sini,,
Apabila proses download sudah selesai, silahkan dijalankan di komputer yang terkena BSOD, jika tidak bisa masuk windows gunakan safe mode..




setelah program dibuka maka akan muncul beberapa dumpfiles blueScreen (bagian atas ---> mini*.dmp)

silahkan click salah satu yang agan mau tau penyebabnya

click icon save, setelah itu data tentang bluescreen akan disave dalam format *.txt

Silahkan buka file tersebut

sebagai tambahan, setelah anda menginstall dan melihat hasil laporan bluescreen dari sana, lihat pada bagian "Caused by driver : ..." dan segeralah cari di Google apa peranan driver tersebut.

Apabila driver yang menyebabkan adalah halmacpi.dll maka penyebabnya adalah prosesor/OS tidak dapat menerjemahkan prosesor dengan baik. coba diganti prosesornya, smoga komputer tidak blue screen lagi,, :)


Kamis, 14 Juli 2011

Macam-macam BSOD



Berikut ini saya kasih lanjutan dari post sebelumnya,,beberapa macam BSOD yaitu :
  1. Driver Unloaded Without Cancelling Pending Operations (stop code 0X000000CE) Penyebab masalah ini mirip dengan masalah “Attempted Write To Readonly Memory,”
  2. Driver Used Excessive Ptes (stop code 0X000000D) Lihat pada masalah “No More System PTEs,”
  3. Hardware Interrupt Storm (stop code 0X000000F2) Masalah timbul ketika suatu hardware (USB atau SCSI controller) gagal untuk “melepas” sebuah IRQ. Kegagalan tersebut biasanya disebabkan karena masalah pada driver. Selain itu masalah ini juga dapat timbul karena adanya dua perangkat..
  4. Inaccessible Boot Device (stop code 0X0000007B) menggunakan IRQ yang sama. Biasanya masalah ini timbul pada saat startup Windows apabila Windows tidak dapat membaca data mengenai system boot partition. Bisa juga disebabkan karena harddisk yang error, file boot.ini yang cacat (corrupted). Bila tidak ada masalah pada disk drive, partisi dan file boot.ini (ketika dua Operating System terinstall) coba cek settingan booting pada BIOS. Apabila masalah ini munculketika sedang melakukan upgrade Windows, itu dapat disebabkan adanya hardware yang tidak kompatibel dengan Windows. Coba lepas hardware yang bermasalah atau cari driver yang sesuai untuk Windwos-nya..
  5. Kernel Data Inpage Error (stop code 0X0000007A) Masalah timbul pada virtual memory, biasanya karena windows tidak dapat membaca atau menulis data ke swap file. Kemungkinan penyebab antara lain bad sectors, virus, memory yang cacat, atau bahkan kerusakan motherboard.
  6. Kernel Stack Inpage Error (stop code 0X00000077) Penyebab mirip dengan masalah “Kernel Data Inpage Error,” di atas
  7. Kmode Exception Not Handled (stop code 0X0000001E) Biasanya masalah ini disebabkan adanya kesalahan pada driver atau service, konfilk IRQ. Apabila nama file dan service disebutkan coba uninstal software tersebut atau driver tersebut (rolling back the driver). Masalah ini juga dapat disebabkan karena kurangnya space pada disk pada saat melakukan instalasi.
  8. No More System PTEs (stop code 0X0000003F) Masalah muncul karena Windows kekurangan Page Table Entries (PTEs). PTEs digunakan untuk melakukan mapping RAM. Dimana mapping ini dilakukan oleh Virtual Memory Manager (VMM). Masalah ini juga dapat muncul ketika anda menggunakan beberapa monitor sekaligus. ·Buka Registry Editor. ·Lihat pada: HKEY_LOCAL_MACHINE\SYSTEM\CurrentControlSet\Control\Session Manager\Memory Management

    ·Double-click pada PagedPoolSize , masukkan value-nya 0 , klik OK.

    ·Kemudian double-click pada SystemPages. Jika menggunakan beberapa monitor sekaligus masukkan valuenya 36000. Selain itu masukkan valuenya 40000 jika RAM sebesar 128MB atau kurang. Jika RAM 128MB atau lebih masukkan valuenya 110000.

    ·Setelah selesai, klik OK, tutup Registry Editor dan restart komputernya. when you’re done. The change will take effect when you restart Windows.


  9. NTFS File System (stop code 0X00000024) Error disebabkan adanya masalah yang dilaporkan oleh Ntfs.sys (driver yang berfungsi untuk membaca dan menulis NTFS). Jika masih menggunakan file system FAT 32, error message yang timbul akan mirip (stop code 0X00000023). Masalah ini bisa diatasi dengan mengganti hardisk anda.
  10. Page Fault In Nonpaged Area (stop code 0X00000050) Penyebab masalah ini mirip dengan masalah “Attempted Write To Readonly Memory,” di atas.
  11. Status Image Checksum Mismatch (stop code 0Xc0000221) Kemungkinan penyebab error ini adalah kerusakan pada swap file, atau driver yang corrupted.
  12. Status System Process Terminated (stop code 0Xc000021A) Disebabkan adanya masalah pada Winlogon.exe atau pada Client Server Runtime Subsystem (CSRSS). Bisa juga disebabkan karena suatu user dengan level administrator merubah permission suatu file-file penting pada sistem Windows.
  13. Unexpected Kernel Mode Trap (stop code 0X0000007F) Umumnya error ini disebabkan karena memory yang cacat, kerusakan motherboard atau temperatur prossesor yang tinggi (biasanya terjadi karena overclocking).
  14. Unmountable Boot Volume (stop code 0X000000ED) Disebabkan karena Windows tidak bisa “mount” boot volume. Lihat juga pada bagian “Inaccessible Boot Device,”
Semoga ini bisa menjadi referensi buat agan2 sekalian,, siapa tahu mengalami hal diatas, kalo saya seringnya BSOD karna memory,, :D. untuk menangani masalah BSOD saya bahas di post selanjutnya

Apa itu BSOD



Agan2 yg paham di dunia komputer pasti gak asing lagi dengan BSOD,, saya ada sedikit informasi mengenai BSOD..

BSOD (Blue Screen Of Death) merupakan suatu kondisi dimana suatu komponen atau system mengalami crash /stop yang ditandai dengan muncul tampilan berwarna biru yang disertai dengan code2 tertentu, Ada beberapa hal yang menyebabkan munculnya BSOD ini. Diantaranya driver peralatan yang tidak bagus, kesalahan memori, registry yang rusak atau penggunaan file DLL yang tidak cocok. Berbagai bentuk BSOD terdapat pada seluruh sistem operasi Windows sejak Windows 3.1. BSOD merupakan pengganti black screen of death (layar hitam kematian) yang muncul pada OS/2 dan MS-DOS.[1] Dalam versi awal dari Windows Vista juga terdapat red screen of death atau layar merah kematian, yang digunakan pada kesalahan boot loader.

Berikut ini saya kasih contoh kode2 yang muncul ketika BSOD
  1. Attempted Write To Readonly Memory (stop code 0X000000BE) Biasanya masalah ini disebabkan adanya kesalahan pada driver atau service. Apabila nama file dan service disebutkan coba uninstal software tersebut atau driver tersebut (rolling back the driver). Dan cari driver yang sesuai dengan Operating System-nya.
  2. Bad Pool Caller (stop code 0X000000C2) Penyebab masalah ini mirip dengan masalah “Attempted Write To Readonly Memory,” di atas. Selain itu error ini juga dapat disebabkan oleh hardware yang rusak/cacat. Apabila masalah ini muncul ketika sedang melakukan upgrade Windows, itu dapat disebabkan adanya hardware yang tidak kompatibel dengan Windows. Coba lepas hardware yang bermasalah atau cari driver yang sesuai untuk Windwos-nya.
  3. Data Bus Error (stop code 0X0000002E) Masalah ini biasanya disebabkan karena ada kerusakan/cacat pada hardware, biasanya adalah memory. Selain cacat pada memory bisa juga karena kerusakan motherboard, harddisk, ganti hardwarenya…
  4. Driver IRQL Not Less Or Equal (stop code 0X000000D1) Disebabkan drivers mengakses hardware address yang tidak sesuai. Bisa juga disebabkan karena masalah seperti pada “Attempted Write To Readonly Memory,” di atas. Lihat masalah “Attempted Write To Readonly Memory” di atas.
  5. Driver Power State Failure (stop code 0X0000009F) Disebabkan tidak cocok/kompatibel antara “computer’s power management” dengan driver atau services yang berjalan. Biasa terjadi pada saat komputer melakukan “hibernasi”. Apabila nama file dan service disebutkan coba uninstal software tersebut atau driver tersebut (rolling back the driver). Atau coba mendisable “Windows’ support for power management”.
Bersambung ke post selanjutnya Macam-macam BSOD

Rabu, 13 Juli 2011

Agar Processor Tidak Cepat Panas




Apakah anda pernah mengalami ketika tiba2 komputer hang?, jika pernah mungkin overheat pada processornya. Kalau saya sendiri pernah ngalami waktu main game hank, jadi terpaksa ane matiin dengan paksa tuh komputer,, :D
Berikut ini ada sedikit tips untuk menghindari overheat pada processor, tapi sebelumnya ada beberapa hal yang perlu diperhatikan terlebih dahulu mengenai processor,
  1. Pastikan bagian atas prosesor Anda telah diolesi dengan thermal paste. Thermal Paste atau Thermal Grease adalah bahan gel yang berfungsi untuk mengangkat panas dari prosesor ke headsink. Untuk thermal paste yang berwarna silver memiliki kualitas lebih baik ketimbang yang berwarna putih.
  2. Rapikan kabel-kabel, terutama kabel tipe ATA yang berukuran lebih besar dan lebar dibandingkan kabel SATA. Kabel yang rapi dapat memperlancar aliran udara dalam casing.
  3. Pastikan casing memiliki jalur sirkulasi yang lancar, karena casing yang kurang sirkulasi akan menyebabkan komponen hardware didalamnya, termasuk processor, menjadi lebih cepat panas.
  4. Untuk komputer pribadi, mungkin casing dibiarkan terbuka untuk efektivitas kelancaran sirkulasi udara, walaupun mungkin tidak enak dilihat, kalo buat saya sih no problem.. :D :D
Tips untuk merawat processor agar tidak sering overheat :
  1. Putuskan hubungan atau kontak listrik dari komputer. Diamkan beberapa saat agar? heatsink lebih dingin, kemudian buka heatsink dan kipas dari processor.
  2. Pisahkan kipas dan heatsink, lalu bersihkan kipas dengan kain basah. Bersihkan celah heatsink dari debu, atau cuci dengan menggunakan kuas atau sikat yang lembut. Keringkan heatsink dan usahakan tidak ada sisa air di celah heatsink agar tidak konslet.
  3. Pasang lagi kipas dengan heatsink, lalu pasangkan keduanya ke processor seperti sediakala.
  4. Anda dapat melakukan perawatan 3 bulan sekali, terutama dalam ruangan yang ber-AC. Namun, jika lingkungan banyak debu, perawatan dapat dilakukan setiap sebulan sekali.
  5. Satu lagi, di dalam casing komputer kasih kapur barus supaya gak dimasukin serangga/coro.. :D :D
sedikit catatan, jangan terlalu sering lepas pasang kipas dan processornya, jadi gak awet lagi nanti heatsinknya, soalnya saya ngalamin sendiri, sering bongkar jadi rusak heatsinknya,, :D

Selasa, 12 Juli 2011

Tips Memperbaiki RAM yang tidak terdeteksi, mati, error atau rusak


Kadangkala ketika kita akan menyalakan komputer tiba-tiba terdengar indikator bunyi yang menyatakan bahwa RAM tidak terdeteksi mati, error atau rusak. Nah untuk mengatasi hal ini sedikit saya berikan solusi untuk memperbaiki RAM.

1. Langkah pertama adalah melepas RAM dari mainboard kemudian membersihkannya dengan kain bersih, atau dengan penghapus pensil (disarankan penghapus staedler) pada bagian pin-pin RAM yang berwarna kuning keemasan, setelah itu pasang kembali ke mainboard. Jika cara ini belum berhasil maka lanjut ke langkah kedua
2. Gunakana Avometer dan arahkan skala pada ohm (skala hambatan), bisa pada posisi 1K, 10K, 100K, kemudian Ambil jarum negativ (hitam) lalu tempelkan pada salah satu pin/kaki memory, dan jarum positif (merah) digesekan pada kumpulan kaki2 IC/Chipset memory, bila memory memiliki 8 buah IC, maka gesekan jarum positif tersebut ke kaki-kaki 8 IC tersebut

Setelah selesai pasanglah kembali RAM ke mainboard, dan nyalakan komputer....

Catatan : Proses ini sama halnya proses Clear CMOS pada mainboard yang mengalami crash dan tidak mau hidup, yaitu terjadinya gangguan atau penyumbatan pada perjalanan arus listrik sehingga arus yang diperlukan untuk pengaktifan suatu system tidak terpenuhi. Dengan menggunakan avometer maka aliran arus listrik dimanfaatkan ke dalam sirkuit-sirkuit IC/Chipset Memory

Rabu, 07 Mei 2008

Mengatasi Harddisk Bad Sector

Harddisk adalah media penyimpan yang sangat penting pada computer. Sayangnya umur pemakaian yang terbatas. Kerusakan pada harddisk dapat disebabkan beberapa hal. Misalnya :

1.Power supply yang tidak memadai dan merusak kontroller harddisk dan motor.
Harddisk terjatuh dan merusak mekanik didalamnya atau minimal terjadi bad sector.
2.Terlalu sering dibawa bawa tanpa pengaman membuat platter harddisk rusak karena goncangan berlebih.
3.Suhu didalam harddisk yang panas membuat kondisi harddisk dalam lingkungan tidak stabil.



4.Kondisi MTBF/umur harddisk, sudah tercapai dan akan rusak.



Hal yang masih dapat dilakukan untuk memperbaiki harddisk yang terkena bad sector adalah hanya kondisi dimana harddisk masih berputar, keadaan controller harddisk masih bekerja. Tetapi keadaan ini masih dibagi lagi, bila ingin mengunakan harddisk yang terkena bad sector. Masalah penyebab bad sector adalah salah satu kerusakan yang sering terjadi. Kondisi kerusakan oleh bad sector dibedakan oleh 3 keadaan.

1.Kondisi dimana platter harddisk aus. Pada kondisi ini harddisk memang sudah tidak dapat digunakan. Semakin lama harddisk semakin rusak dan tidak berguna lagi untuk dipakai sebagai media storage.
2.Kondisi platter yang aus tetapi belum mencapai kondisi kritis. Kondisi ini dapat dikatakan cukup stabil untuk harddisk. Kemungkinan harddisk masih dapat diperbaiki karena platter masih mungkin dilow level.
3.Kondisi platter yang aus, baik kondisi yang parah atau ringan tetapi kerusakan terdapat di cluster 0 (lokasi dimana informasi partisi harddisk disimpan). Kondisi ini tidak memungkinkan harddisk diperbaiki.

Membicarakan keadaan harddisk untuk diperbaiki hanya memungkinkan perbaikan pada kondisi ke 2, dimana permukaan harddisk masih stabil tetapi terdapat kerusakan ringan di beberapa tempat.

Untuk mengetahui harddisk yang rusak harus dilakukan LOW LEVEL FORMAT (LLF). LLF dapat dilakukan dari BIOS atau Software. Untuk BIOS, beberapa PC lama seperti generasi 486 atau Pentium (586) memiliki option LLF. Atau dapat mengunakan software LLF. Untuk mendapatkan software LLF dapat diambil di Site pembuat harddisk. Atau mencari utiliti file seperti hddutil.exe (dari Maxtor - MaxLLF.exe) dan wipe.exe versi 1.0c 05/02/96. Fungsi dari software LLF adalah menghapus seluruh informasi baik partisi,data didalam harddisk serta informasi bad sector. Software ini juga berguna untuk memperbaiki kesalahan pembuatan partisi pada FAT 32 dari Windows Fdisk.

Setelah menjalankan program LLF, maka harddisk akan benar-benar bersih seperti kondisi pertama kali digunakan.

Peringatan : Pemakaian LLF software akan menghapus seluruh data didalam harddisk

Proses selanjutnya adalah dengan metode try dan error. Tahapan untuk sesi ini adalah :

A. Membuat partisi harddisk : Dengan program FDISK dengan 1 partisi saja, baik primary atau extended partisi. Untuk primary dapat dilakukan dengan single harddisk ,tetapi bila menghendaki harddisk sebagai extended, diperlukan sebuah harddisk sebagai proses boot dan telah memiliki primary partisi (partisi untuk melakukan booting).

B. Format harddisk : Dengan FORMAT C: /C. Penambahan perintah /C untuk menjalankan pilihan pemeriksaan bila terjadi bad sector. Selama proses format periksa pada persentasi berapa kerusakan harddisk
Ketika program FORMAT menampilkan Trying to recover allocation unit xxxxxx,artinya program sedang memeriksa kondisi dimana harddisk tersebut terjadi bad sector. Asumsi pada pengujian dibawah ini adalah dengan Harddisk Seagate 1.2 GB dengan 2 lokasi kerusakan kecil dan perkiraan angka persentasi ditunjukan oleh program FORMAT D. Untuk memastikan apa bad sector sudah terletak pada partisi harddisk yang akan dibuang, lakukan format pada seluruh letter drive dengan perintah FORMAT /C. Bila bad sector memang terdapat pada partisi yang dibuang (asumsi pada pengujian bad sector terletak pada letter drive D dan F), maka partisi tersebut dapat langsung dibuang. Tetapi bila terjadi kesalahan, misalnya kerusakan bad sector tidak didalam partisi yang akan dibuang melainkan terdapat pada partisi yang akan digunakan, kamu harus mengulangi kembali proses dari awal dengan membuang partisi dimana terdapat kesalahan dalam membagi partisi yang terkena bad sector. Hal yang perlu diingat : Pembuatan partisi dilakukan dari awal ke akhir, misalnya C, D, E dan selanjutnya. Untuk membuang partisi mengunakan cara sebaliknya yaitu dari Z ke C. Kesalahan dalam membuang dan membuat partisi yang acak acakan akan mengacaukan sistem partisi harddisk.


E. Proses selanjutnya adalah membuang partisi yang tidak digunakan lagi. Setelah melakukan pemeriksaan dengan program FORMAT, maka pada proses selanjutnya adalah membuang partisi yang mengandung bad sector. Pada gambar dibawah ini adalah: Tahap membuang 2 partisi dengan FDISK untuk letter drive D dan E. Untuk E dan G adalah partisi letter drive yang akan digunakan.

F. Pada akhir tahapan kamu dapat memeriksa kembali partisi harddisk dengan option 4 (Display partitisi) pada program FDISK, contoh pada gambar dibawah ini adalah tersisa 3 drive : C sebagai primary partisi (tidak terlihat), 2 extended partisi yang masih baik dan partisi yang mengandung bad sector telah dihapus.


G. Akhir proses. kamu memiliki harddisk dengan kondisi yang telah diperbaiki karena bad sector. Letter drive dibagi atas C sebagai Primary partisi dan digunakan sebagai boot, D (758MB) dan E (81MB) adalah partisi ke 2 dan ke 3 pada extended partisi.
Bila kamu belum puas dengan hasil mencari bad sector, maka kamu dapat mengulangi prosesur diatas. Untuk melakukan Tips ini sebaiknya sudah mengetahui prosedur dalam membuat partisi dengan program FDISK.

Yang perlu dicatat pada tip ini adalah, berhati-hati pada pemakaian program LLF. Sebaiknya mengunakan single drive untuk mengunakan program ini. Kesalahan melakukan LOW LEVEL FORMAT pada harddisk sangat fatal dan tidak dapat dikembalikin seperti kondisi semula.


Untuk harddisk yang terkena BAD SECTOR sebaiknya mengunakan harddisk yang kondisinya belum terlalu parah atau bad sector terdapat dibeberapa tempat dan tidak sporadis tersebar. Kerusakan pada banyak tempat (sporadis bad sector) pada harddisk akan menyulitkan pencarian tempat dimana terjadi bad sector.



C. Buat partisi kembali : Dengan FDISK, buang seluruh partisi didalam harddisk sebelumnya, dan buat kembali partisi sesuai catatan kerusakan yang terjadi. Asumsi pada gambar bawah adalah pembuatan partisi dengan Primary dan Extended partisi. Pada Primary partisi tidak terlihat dan hanya ditunjukan partisi extended.


 
Design by Wordpress Theme | Bloggerized by Free Blogger Templates | coupon codes